MAKALAH PENYAKIT SERVIKS

KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas segala limpahan rahmat, karunia dan hidayahNya akhirnya Penulis mampu menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini disusun untuk mengetahui bagaimana seorang perawat dalam menghadapi pasien yang menderita penyakit Kanker Serviks dan Kanker Payudara. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak membantu hingga terselesaikannya makalah ini.

Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Penulis menyadari sepenuhnya sebagai manusia biasa, tidak lepas dari kekurangan, begitu juga dengan makalah ini yang masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun tentunya, sangat penulis harapkan.

 

 

 

 

 

 

Penulis

 

DONI PUTRA ALVONSIUS BU’ULOLO

 

 

ASKEB ANC, SADARI, BREAST CARE,

DAN IVA/PAP SMEAR

D

I

S

U

S

U

N

OLEH :

NAMA                         : DONI PUTRA ALVONSIUS BU’ULOLO

NIM                               : 1318171010

DOSEN PENGUJI       : LUFTHIANI, S.Kep Ns

 

 

AKADEMI KEPERAWATAN HELVETIA

MEDAN

2014

BAB I

MATERI

1.1.       KANKER SERVIKS

Kanker serviks (kanker leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Kanker serviks merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia baik di antara kanker pada perempuan dan pada semua jenis kanker.

Kejadiannya hampir 27% di antara penyakit kanker di Indonesia. Namun demikian lebih dari 70% penderita datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut, sehingga banyak menyebabkan kematian karena terlambat ditemukan dan diobati.

Di mana Letak Leher Rahim? Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang menonjol ke dalam kelamin wanita. Di tempat ini sering terjadi kanker yang disebut kanker serviks. Bagaimana Gejalanya? Kanker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukkan gejala atau tanda-tandanya yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali.

Gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah:

ü  Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim.

ü  Keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita.

ü  Pendarahan sesudah mati haid (menopause).

ü  Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil.

Apakah penyebabnya? Lebih dari 95 % kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papiloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah infeksi HPV khususnya tipe 16 dan tipe 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks di Asia.

 

 

 

Apa saja yang menjadi faktor resikonya? Beberapa faktor risiko terkena kanker serviks antara lain:

ü  Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda.

ü  Sering berganti-ganti pasangan seksual.

ü  Sering menderita infeksi di daerah kelamin.

ü  Melahirkan banyak anak.

ü  Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar).

ü  Defisiensi vitamin A, C, E.

 

1.2.       PAP SMEAR / IV

Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra kanker, yaitu dengan cara melakukan antara lain pemeriksaan SKRINING, artinya melakukan pemeriksaan tanpa menunggu keluhan. Beberapa medot skrining telah dikenal, yaitu antara lain: PAP SMEAR dan IVA. PAP SMEAR Kanker serviks dimulai dari tahap pra kanker. Jika kanker dapat ditemukan pada tahap awal ini, akan dapat disembuhkan dengan sempurna.

Pemeriksaan PAP SMEAR Adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat, tidak sakit dengan biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat. Kapan melakukannya? Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid atau sesudah petunjuk dokter. Bagi perempuan yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seksual, lakukanlah pemeriksaan PAP SMEAR setahun sekali. Segera mungkin melakukan pemeriksaan PAP SMEAR dan jangan menunggu sampai timbul gejala.

Bagaimana pemeriksaan dilakukan? Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan di atas kursi periksa kandungan oleh dokter atau bidan yang sudah dilatih, dengan menggunakan alat untuk membantu membuka kelamin wanita. Ujung leher diusap dengan spatula untuk mengambil cairan yang mengandung sel-sel dinding leher rahim. Usapan ini kemudian diperiksa jenis sel-selnya di bawah mikrosop. Apabila hasil pemeriksaan posirif (terdapat sel-sel yang tidak normal), harus segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan oleh dokter ahli kandungan.

 

1.3.       SADARI

  1. Payudara

Payudara terdiri dari 3 unsur yaitu kelenjar pembuatan air susu. Saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara yang mengikat kelenjar-kelejar menjadi satu kesatuan. Keseluruhan payudara dibungkus oleh kulit payudara. Saluran kelenjar akan bermuara pada putting susu yang berada ditengah daerah kulit yang berwarna lebih gelap (areola). Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara tidak termasuk kulit payudara.

  • Kanker payudara dapat menimbulkan gejala seperti tersebut dibawah ini :

ü  Adanya benjolan di payudara.

ü  keluar cairan yang tidak normal dari putting susu, cairan dapat berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui.

ü  Perubahan bentuk dan besarnya payudara.

ü  Kulit, putting susu dan areola melekuk kedalam atau berkerut.

 

  • Faktor Resiko

Penyebab yang pasti dari kanker payudara belum diketahui, tapi ada beberapa faktor resiko untuk terjadinya kanker payudara yaitu:

ü  Mendapat haid pertama pada umur kurang dari 10 th.

ü  Mengalami mati haid setelah umur 50 th.

ü  Tidak menikah.

ü  Tidak pernah melahirkan anak.

ü  Mehirkan anak sesudah umur 35 tahun.

ü  Tidak pernah menyusui.

ü  Pernah mengalami operasi payudara yang disebabkan oleh kelainan jinak atau tumor ganas payudara.

ü  Diantara anggota keluarga ada yang menderita kanker.

 

 

  • Deteksi Dini Kanker Payudara

Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun, namun bersamaan dengan berkembangnya penyakit akan timbul gejala yang menyebabkan perubahan pada payudara. Untuk itu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.

 

  • Pemeriksaan dapat berupa:

1. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

Setiap wanita dianjurkan untuk melakukan SADARI secara teratur sebulan sekali setelah selesai haid, dan bagi yang telah mati haid (menopause) hendaknya dilakukan pada tanggal tertentu yang mudah diingat dari setiap bulannya.

2. Pemeriksaan Payudara oleh Tenaga Medis (dokter atau bidan)

Dengan pemeriksaan yang saksama sering dapat diduga suatu benjolan di payudara merupakan tumor jinak atau ganas.

3. Mammogram

Merupakan pemeriksaan radiology menggunakan sinar X untuk pemeriksaan payudara. Gambaran diambil dari arah samping dan atas untuk masing-masing payudara. Adanya gambaran mikro klasifikasi mungkin merupakan tanda dini.

 

 

 

 

 

 

 

1.4.       BREAST CARE

Upaya keberhasilan memberi ASI seyogyanya sudah dimulai sejak masa kehamilan, yg terus dilanjutkan sampai masa menyusui itu sendiri. Pada masa kehamilan, sebaiknya payudara sudah menjadi perhatian anda. Hal ini untuk melihat apakah bentuk puting susu anda kurang menguntungkan untuk kegiatan menyusui. Misalnya, apakah puting susu berbentuk datar atau masuk kedalam. Puting susu demikian sebenarnya bukanlah halangan bagi kita untuk menyusui dengan baik. Dengan mengetahuinya sejak awal, kita mempunyai waktu untuk mengusahakannya agar puting bisa menonjol keluar, sehingga bayi dapat menghisap puting susu lebih mudah sewaktu menyusui.

Caranya :

Gunakan krem lembut, dorong puting susu secara perlahan ke arah luar dengan menggunakan kedua ibu jari tangan anda. Setelah itu masih dengan ibu jari, tariklah bagian dasar puting susu ke arah samping kiri dan kanan , serta arah atas dan bawah

Walaupun tidak ada masalah dengan puting anda, puting susu tetap garus disiapkan. Salah satu caranya adalah dengan menggosok puting susu secara perlahan dengan menggunakan handuk lembut setiap kali selesai mandi. Anda tidak perlu mencucinya dengan sabun apalagi menggosoknya keras-keras, sebab kelenjar yg ada di sekitar puting susu dengan sendirinya akan mengeluarkan cairan untuk menjaga kebersihannya. Selain itu perlakuan yg kasar akan membuat puting susu lecet bahkan luka.

Cara mempersiapkan puting :

Dengan menggunakan krem yg lembut, pijatlah payudara serta puting susu secara teratur. Letakkan ibu jari serta telunjuk pada dasar puting susu, kemudian dengan hati-hati putarlah ke arah kiri serta kanan

Gerakan memijat lainnya adalah dengan meletakkan jari-jari serta ibu jari di dada, kemudian lakukan gerakan memutar ke seluruh payudara, dimulai dari arah atas dan berakhir Pada dasarnya pemijatan ini berguna untuk menghindari timbulnya pembengkakan dan peradangan payudara saat menyusui. Selain itu pemijatan juga bermanfaat untuk merangsang kelenjar-kelenjar susu agar kelak lebih lancar mengalirkan air susu.

BAB II

ANC (ANTE NATAL CARE)

1.1.       Defenisi

ANC adalah pemeriksaan/ pengawasan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan memberikan ASI, dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar.

Tujuan ANC

ü  Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.

ü  Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu.

ü  Mengenal secara dini adanya ketidaknormalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, pembedahan.

ü  Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya dengan trauma seminimal mungkin.

ü  Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif.

ü  Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal.

Kebijaksanaan Program

  1. Kunjungan ANC sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu :

1 kali pada trimester I

1 kali pada trimester II

2        kali pada trimester III

  1. Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid.
  2. Kunjungan ANC yang ideal adalah :

ü  Setiap bulan sampai umur kehamilan 28 minggu.

ü  Setiap 2 minggu sampai umur kehamilan 32 minggu.

ü  Setiap 1 minggu sejak umur hamil 32 minggu sampai terjadi persalinan.

  1. Pemeriksaan khusus jika terdapat keluhan-keluhan tertentu.

Pelayanan Asuhan Standar Minimal “7 t”

1.   Timbang berat badan.

2.   Ukur tekanan darahn.

3.   Ukur tinggi fundus uteri.

4.   Imunisasi TT lengkap.

5.   Pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan.

6.   Tengok/ periksa ibu hamil dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki.

7.   Tanya (temu wicara) dalam rangka persiapan rujukan.

Konsep Pemeriksaan Kehamilan

1. Anamnesa

2.  Pemeriksaan :

–  Pemeriksaan fisik umum.

–  Pemeriksaan khusus obstetri.

–  Pemeriksaan penunjang.

3.  Diagnosis/ kesimpulan

4.   Diagnosis banding.

5.  Prognosis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. KESIMPULAN

Kanker serviks (kanker leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah:

ü  Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim.

ü  Keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita.

ü  Pendarahan sesudah mati haid (menopause).

ü  Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil.

 

 

  1. SARAN

 

Pesan yang perlu diingat:

ü  Untuk melakukan skrining kanker serviks, jangan sampai menunggu adanya keluhan.

ü  Datanglah ke tempat periksa untuk pemeriksaan PAP SMEAR/IVA.

ü  Jika ditemukan kelainan pra kanker ikutilah pesan petugas/dokter. Apabila perlu pengobatan, jangan ditunda. Karena pada tahap ini tingkat kesembuhannya hampir 100%.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Doenges M., (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, EGC, Jakarta

Dixon M., dkk, (2005), Kelainan Payudara, Cetakan I, Dian Rakyat, Jakarta.

Mansjoer, dkk, (2000), Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Jakarta.

Sjamsuhidajat R., (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Revisi, EGC, Jakarta

Tapan, (2005), Kanker, Anti Oksidan dan Terapi Komplementer, Elex Media Komputindo,

 

 

 

PENYAKIT BATU GINJAL

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini penulis membahas mengenai penyakit batu ginjal dimata pelajaran BIOLOGI. 

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, penulis  mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. 

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun penulis. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis  harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. 

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. 

 

 

 

 

 

Medan, 07 Januari 2014

 

 

Penulis

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………… i

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………. ii

BAB I Pendahuluan

1.1.       Latar Belakang …………………………………………………………………………………… 1

1.2.       Tujuan ……………………………………………………………………………………………….. 1

BAB II Penyakit Batu Ginjal

2.1.    Defenisi penyakit  batu ginjal …………………………………………………………… …. 2         

2.2.    Gejala batu ginjal ……………………………………………………………………………….. 5         

2.3.     Penyebab batu ginjal…………………………………………………………………………… 6

2.4.     Pengobatan batu ginjal ……………………………………………………………………….. 7

BAB III Penutup

3.1.     Kesimpulan ………………………………………………………………………………………. 8

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………………… …. 9

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.       LATAR BELAKANG

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urin, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh.  Tetapi pada kondisi tertentu karena adanya gangguan pada ginjal, fungsi tersebut akan berubah.  Batu ginjal  biasanya terjadi secara perlahan-lahan sehingga biasanya diketahui setelah jatuh dalam kondisi parah.  Batu ginjal  dapat disembuhkan.  Batu ginjal  dapat terjadi pada semua umur dan semua tingkat sosial ekonomi.  Pada penderita gagal ginjal kronik, kemungkinan terjadinya kematian sebesar 85 %. Melihat kondisi seperti tersebut di atas,  maka perawat harus dapat mendeteksi secara dini tanda dan gejala klien dengan penyakit batu ginjal. Sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif  pada klien penyakit batu ginjal.

1.2.       TUJUAN

  1. Tujuan umum

Dapat memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gagal ginjal kronik.

  1. Tujuan Khusus
    1. Mampu melaksanakan pengkajian pada pasien batu ginjal
    2. Mampu membuat analisa data pada pasien batu ginjal
    3. Mampu menegakkan diagnosa keperawatan pada pasien batu ginjal
    4. Mampu merencanakan asuhan keperawatan pada pasien batu ginjal
    5. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan pada pasien batu ginjal
    6. Mampu membuat evaluasi pada pasien batu ginjal

.

 

BAB II

PENYAKIT BATU GINJAL

2.1.       DEFENISI PENYAKIT  BATU GINJAL

Penyakit batu ginjal merupakan salah satu penyakit paling sering ditemui dan dialami oleh banyak masyarakat indonesia yang umumnya dialami pria. Pada umumnya penyakit ginjal disebabkan oleh rutinitas pekerjaan yang membuat pola makan menjadi tidak teratur, adanya faktor keturunan yang juga memiliki peranan penting karena jika terdapat keluarga yang memiliki penyakit ginjal, resiko diturunkan penyakit ginjal pada anak 6 kali lebih besar, kurangnya konsumsi air putih, jarang buang air kecil atau sering ditahan, banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bahan kimia, bahan pengawet dan lingkungan suhu udara disekitar tempat tinggal dan tempat bekerja yang tidak mendukung aktivitas sehari-hari. Penyakit batu ginjal memang banyak melanda orang Asia dan Afrika khusuusnya Indonesia yang diliputi berbagai macam kultur, suhu udara yang cenderung sering kali berubah tidak menentu, pola hidup dan gaya hidup yang terkadang salah, dsb. Penyakit ginjal memang lebih dominan menyerang kaum pria dibanding wanita, hal in terbukti dari survei yang diperkirakan bahwa pria yang berusia 70 tahun keatas memiliki resiko lebih besar terserang penyakit ginjal hingga 80% dibanding wanita. Batu ginjal terbentuk disebabkan oleh adanya peningkatan pada bakteri dan saluran kandung kemih yang terinfeksi bakteri pemecah urea dan urine yang kemudian membentuk batu pada kandung kemih. Jika tubuh kekurangan cairan atau kurang minum air putih, akan terjadi kepekatan urine yang semakin meningkat yang mempermudah pembentukan batu ginjal. Batu ginjal memiliki komponen penyusun batu ginjal melalui proses pembentukan batu ginjal yang terdiri dari 80% batu kalsium, kalsium okalat dan kalsium fosfat.


Gambar batu ginjal yang terdapat dalam organ ginjal dan menutup jalannya saluran kandung kemih (ureter).

Berikut paparan secara jelas proses pembentukan batu ginjal dalam tubuh manusia :

  1. 1.        Batu oksalat/kalsium oksalat

– Asam oksalat yang terbentuk di dalam tubuh manusia berasal dari metabolisme asam amino dan asam askorbat yakni vitamin C. Asam askorbat merupakan penyumbang terbesar dari prekursor okalat hingga 30 %.

– Kalsium oksalat terbentuk hingga 50 % yang dikeluarkan oksalat urine. Manusia tidak mampu melakukan metabolisme oksalat, sehingga harus dikeluarkan melalui ginjal. Jika fungsi kerja organ ginjal mengandung asupan oksalat berlebih akan mengakibatkan peningkatan oksalat yang mendorong terbentuknya batu oksalat di ginjal / kandung kemih.

  1. 2.    Batu struvit

Batu struvit tersusun dari magnesium ammonium fosfat (struvit) dan kalisum karbonat. Batu struvit terbentuk di pelvis dan kalik ginjal apabila produksi ammonia meningkat dan pH urine semakin tinggi, sehingga kelarutan fosfat berkurang. Hal tersebut terjadi akibat adanya infeksi bakteri pemecah urea yang banyak berasal dari spesies proteus dan providencia, peudomonas eratia, dan semua spesies klebsiella, hemophilus, staphylococus dan coryne bacterium pada saluran urine.

  1. 3.    Batu urat

Batu urat umumnya terjadi pada penderita gout atau sejenis penyakit rematik, pengguna urikosurik misalnya probenesid atau aspirin dan penderita diare kronis karena kehilangan cairan dan peningkatan konsentarsi urine serta asidosis yakni pH urine menjadi asam sehingga terjadi penimbunan yang membentuk asam urat.

  1. 4.        Batu sistina

Sistin merupakan bagian dari asam amino yang memiliki tingkat kelarutan paling kecil. Kelarutan semakin kecl apabila pH urine menurun atau menjadi asam. Bila kadar sistin ini tidak dapat larut dan kemudian mengendap serta membentuk kristal yang kemudian tumbuh di dalam sel ginjal atau saluran kandung kemih akan membentuk batu ginjal.

  1. 5.        Batu kalium fosfat

Batu kalium fosfat umumnya terjadi pada penderita hiperkalsiurik yakni kadar kalsium dalam urine yang tinggi atau berlebihnya asupan kalsium di dalam tubuh yang berasal dari konsumsi susu dan keju.

Komplikasi Batu Ginjal

Batu ginjal dapat disebabkan oleh peningkatan pH urine (misalnya batu kalsium bikarbonat) atau penurunan pH urine (misalnya batu asma urat). Konsentrasi bahan-bahan pembentuk batu yang tinggi di dalam darah dan urine serta kebiasaan makan atau obat tertentu, juga dapat merangsang pembentukan batu. Segala sesuatu yang menghambat aliran urine dan menyebabkan stasis (tidak ada pergerakan) urine di bagian mana saja di saluran kemih, meningkatkan kemungkinan pembentukan batu.

Batu di ginjal itu sendiri mungkin asimotmatik kecuali apabila batu tersebut menyebabkan obstruksi atau timbul infeksi. Umumnya batu ginjal tidak menimbulkan gejala. Gejala baru nyaya ada jika batu tersangkut di saluran kemih ginjal atau kalau turun memasuki ureter atau jika menyumbat muara kandung kemih. Komplikasi dari batu ginjal itu sendiri dapat disertai oleh batu ginjal yang disertai hipertensi dan batu ginjal disertai diabetes. Jika penderita asam urat memiliki penyakit hipertensi maka tekanan darah haruslah diturunkan hingga kembali ke batas tekanan darah normal dengan tekanan darah yang normal tentunya dapat membantu meringankan batu ginjal yang terjadi di saluran kemih.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara :

ü  Istirahat yang cukup

ü   Kendalikan stress

ü  Minum air putih sekurang-kurangnya 2 liter sehari

ü  Kurangi makanan yang mengandung garam dan banyak minyak

ü  Yang penting adalah mensyukuri yang sudah diterima dan dimiliki

ü  Minum jus mengkudu, mentimun, cincau rambat, labu siam, seledri atau belimbing manis.

Tekanan darah yang tinggi juga memberi pengaruh yang cuku tinggi bagi timbulnya komplikasi pada penyakit lainnya termasuk batu ginjal. Beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengakibatkan intensitas berkemih semakin tinggi namun keadaan ginjal yang diliputi oleh batu ginjal dengan gejala yang sama akan semakin memberatkan kerja ginjal untuk mengeluarkan urine dari ginjal ke kandung kemih dan kemudian di buang.

2.2.       GEJALA BATU GINJAL

Gejala batu ginjal yang dapat dirasakan adalah rasa sakit buang air kecil, keinginan bunag air kecil terus-menerus tetapi hanya sedikit-sedikit yang keluar, sering terjadi rasa nyeri di pinggang dan demam menggigil. Batu ginjal adalah penyakit yang ditandai dengan adanya batu pada organ ginjal atau ureter. Gejala-gejala umum dari munculnya penyakit batu ginjal adalah sebagai berikut :

ü Buang air kecil yang semakin sering terjadi

ü Nyeri di bagian pinggang

ü Terkadang disertai demam dan kejang

ü  Air seni berwarna kuning keruh

ü Adanya riwayat batu ginjal yang sebelumnya di derita oleh salah satu anggota keluarga

Batu ginjal yang ukurannya masih sangat kecil atau bahkan belum menyebabkan rasa sakit. Si penderita tanpa merasa terganggu melakukan aktivitasnya sehari-hari. Namun, jika batu sudah berukuran cukup besar dan sudah turun ke saluran kemih, rasa sakit akan sangat mendera. Rasanya nyeri, ngilu yang luar biasa, sampai tidak kuat untuk menahannya. Sakit dirasakan di bagian pinggang kanan dan kiri, kadang sampai pada sekitar kemaluan. Gejala lain berupa rasa sakti ketika kencing, air kemih keluar sedikit-sedikit dan kadang disertai keluarnya darah. Batu ginjal dapat menimbulkan komplikasi yang tergantung pada lokasi, bentuk dan komposisi bati ginjal itu sendiri, ada batu ginjal yang bisa keluar dengan sendirinya bersama dengan urine, tetapi ada pula yang tidak sehingga perlu perawatan khusus.

Batu ginjal dengan ukuran kecil, licin dan bulat mungkin bisa keluar terbawa urine, sedangkan yang berukuran cukup besar dan bentuknya runcing akan menyumbat di ginjal atau saluran kemih. Kalau tidak segera diobati, sumbatan dan infeksi ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal.

Ukuran dan bentuk batu ginjal tersebut bermacam-macam, mulai dari yang sangat kecil (dapat lewat bersama urin tanpa diketahui) sampai yang berukuran 5 cm dan keras. Rasa sakit terjadi ketika batu terserbut bergerak ke luar dari ginjal dan bentuknya yang tajam dapat mengakibatkan luka pada dinding penyaring ginjal atau saluran kemih.

2.3.       PENYEBAB  BATU GINJAL

Sebelum air kemih (urin) dikeluarkan melalui saluran terakhir uretra air kemih disaring oleh glomerulos. Zat yang berguna akan kembali ke darah, sedangkan zat yang tidak terpakai akan dikeluarkan melalui pembuluh menuju ke piala ginjal, lalu mengalir lewat saluran yang disebut ureter, lalu ke kandung kemih. Jika ginjal kekurangan cairan dalam proses pengeluaran tersebut maka terjadi kekeruhan. Lama-kelamaan mengkristal dan menjadi kerak, seperti batu. Endapan terjadi karena pekatnya kadar garam dalam air seni yang ada di ginjal. Jika turun lagi ke kandung kemih dan bersarang maka disebut batu kandung kemih. Menurut hasil penelitian, risiko terkena penyakit batu ginjal lebih banyak dialami pria daripada wanita dengan perbandingan sekitar 3:1. Umumnya, penderita pada usia produktif (20-50 tahun). Hanya sebagian kecil penyakit batu ginjal ini menyerang anak-anak.

 

Penyebab Penyakit batu ginjal dapat disebabkan oleh beberapa hal. Berikut ini beberapa faktornya.

  1. 1.        Genetik (bawaan)

Ada orang-orang tertentu memiliki kelainan atau gangguan organ ginjal sejak dilahirkan, meskipun kasusnya relatif sedikit. Anak yang sejak kecil mengalami gangguan metabolisme khususnya di bagian ginjal, yaitu air seninya memiliki kecenderungan mudah mengendapkan garam membuat mudah terbentuk batu. Karena fungsi ginjalnya tidak dapat bekerja secara normal maka kelancaran proses pengeluaran air kemih juga mudah mengalami gangguan, misalnya banyak zat kapur dalam air kemih sehingga mudah mengendapkan batu.

  1. 2.        Makanan

Sebagian besar kasus penyakit batu ginjal disebabkan oleh faktor makanan dan minuman. Makanan-makanan tertentu memang mengandung bahan kima yang berefek pada pengendapan air kemih, misalnya makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti oksalat dan fosfat.

  1. 3.        Aktivitas

Faktor pekerjaan dan olahraga dapat mempengaruhi penyakit batu ginjal. Risiko terkena penyakit ini pada orang yang pekerjaannya banyak duduk lebih tinggi daripada orang yang banyak bediri atau bergerak dan orang yang kurang berolahraga. Karena tubuh kurang bergerak (baik olahraga maupun aktivitas bekerja) menyebabkan peredaran darah maupun aliran air seni menjadi kurang lancar. Bahkan tidak hanya penyakit batu ginjal yang diderita, penyakit lain bisa dnegan gampang menyerang.

 

2.4.       PENGOBATAN BATU GINJAL

Pada dasarnya, ramuan tanaman obat untuk pengobatan batu ginjal, batu ureter dan batu kandung kemih sama. Kesamaan tersebut terletak pada penggunaa bahan tanaman obat yang berkhasiat menghancurkan atau meluruhkan batu, meluruhkan air seni (diuretik), menghilangkan rasa sakit (analgesik), membunuh kuman (antibiotik), menghilangkan demam (antipiretik) dan antiradang (antiinflamasi).

  • Ramuan 1

ü  Siapkan 10 gram kering atau 30 gram segar daun tempuyung

ü  10 gram kering atau 30 gram segar tanaman meniran

ü  15 gram atau 40 gra daun tapak liman

ü   10 gram kering atau 30 gram segar daun kumis kucing.

Cara membuat : Bersihkan semua bahan dan masak dalam air mendidih kira-kira dalam 1 liter air. Ketika mendidih, angkat dan saring. Ketika hangat-hangat kuku minum 2 kali sehari (pagi dan sore). Selain dari bahan herbal tersebut, ada beberapa tanaman, baik dalam bentuk daun, batang, akar, rimpang atau keseluruhan tanaman yang digunakan sebagai obat unutk menghancurkan batu ginjal. Contohnya belimbing wuluh, kumis kucing, keji beling gempur batu, meniran, keci beling mentimun, pepaya dan temulawak. Ternyata tempuyung (Sonchus arvensis) memiliki kelebihan dari segi keampuhan dan keamanan dalam penggunaannya sebagai tanaman obat penghancur batu ginjal. Kelebihan tempuyung ini sudah diakui oleh banyak pakar pengobatn dari tanaman.

BAB III

PENUTUP

3.1.       KESIMPULAN

Penyakit batu ginjal merupakan salah satu penyakit paling sering ditemui dan dialami oleh banyak masyarakat indonesia yang umumnya dialami pria. Pada umumnya penyakit ginjal disebabkan oleh rutinitas pekerjaan yang membuat pola makan menjadi tidak teratur, adanya faktor keturunan yang juga memiliki peranan penting karena jika terdapat keluarga yang memiliki penyakit ginjal, resiko diturunkan penyakit ginjal pada anak 6 kali lebih besar, kurangnya konsumsi air putih, jarang buang air kecil atau sering ditahan, banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bahan kimia, bahan pengawet dan lingkungan suhu udara disekitar tempat tinggal dan tempat bekerja yang tidak mendukung aktivitas sehari-hari. Penyakit batu ginjal memang banyak melanda orang Asia dan Afrika khusuusnya Indonesia yang diliputi berbagai macam kultur, suhu udara yang cenderung sering kali berubah tidak menentu, pola hidup dan gaya hidup yang terkadang salah, dsb.

3.2.       SARAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Price, Sylvia A, 1995 Patofisiologi :konsep klinis proses-proses penyakit, ed 4, EGC, Jakarta

Ilmu Kesehatan Nelson, 2000, vol 3, ed Wahab, A. Samik, Ed 15, Glomerulonefritis akut pasca streptokokus,1813-1814, EGC, Jakarta.

Guyton.A.C, 1996.Teksbook of Medical Physiology, philadelpia. Elsevier saunders

Rusdidjas, Ramayati R, 2002. Infeksi saluran kemih. In Alatas H, Tambunan T, Trihono PP, Pardede SO. Buku ajar Nefrologi Anak. 2 nd .Ed. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 142-163

Lambert H, Coulthard M, 2003. The child with urinary tract infection. In : Webb NJ.A, Postlethwaite RJ ed. Clinical Paediatric Nephrology.3 rd ED. Great Britain: Oxford Universsity Press., 197-22

 

 

MAKALAH TENTANG PENYAKIT

BATU GINJAL

 

D

I

S

U

S

U

N

 

OLEH :

 

NAMA                               : DONI PUTRA ALVONSIUS BU’ULOLO

NPM                                   : 1318171010

DOSEN                              : UZUNU KHAIR, M.Si

MATA PELAJARAN        : BIOLOGI

 

 

 

 

 

                                                                                                

AKADEMI KEPERAWATAN HELVETIA MEDAN

T.A 2013/2014

 

 

 

 

 

 

 

 

Taut

<!DOCTYPE html>
<!–[if IE 6]>
<html id=”ie6″ lang=”id”>
<![endif]–>
<!–[if IE 7]>
<html id=”ie7″ lang=”id”>
<![endif]–>
<!–[if IE 8]>
<html id=”ie8″ lang=”id”>
<![endif]–>
<!–[if !(IE 6) | !(IE 7) | !(IE 8)  ]><!–>
<html lang=”id”>
<!–<![endif]–>
<head>
<meta charset=”UTF-8″ />
<meta name=”viewport” content=”width=device-width” />
<title>cara membuat menu dan sub menu di wordpress | RINO LIGHT_Sugeng Santoso</title>
<link rel=”profile” href=”http://gmpg.org/xfn/11&#8243; />
<link rel=”pingback” href=”http://rinoreyn.wordpress.com/xmlrpc.php&#8221; />
<!–[if lt IE 9]>
<script src=”http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/itheme2/js/html5.js?m=1317755580g&#8221; type=”text/javascript”></script>
<![endif]–>

<meta name=”google-site-verification” content=”Dyvl0sEwN8ar_DH7eDSXJlMyDNTtWSK7EbBWHWnfjq8″ />
<meta name=”msvalidate.01″ content=”9FC4133CDCC2886B494B80DC9FD48A84″ />
<link rel=”alternate” type=”application/rss+xml” title=”RINO LIGHT_Sugeng Santoso &raquo; Feed” href=”http://rinoreyn.wordpress.com/feed/&#8221; />
<link rel=”alternate” type=”application/rss+xml” title=”RINO LIGHT_Sugeng Santoso &raquo; Umpan Komentar” href=”http://rinoreyn.wordpress.com/comments/feed/&#8221; />
<link rel=”alternate” type=”application/rss+xml” title=”RINO LIGHT_Sugeng Santoso &raquo; cara membuat menu dan sub menu di&nbsp;wordpress Umpan Komentar” href=”http://rinoreyn.wordpress.com/2012/01/08/cara-membuat-menuwordpress/feed/&#8221; />
<script type=”text/javascript”>
/* <![CDATA[ */
function addLoadEvent(func){var oldonload=window.onload;if(typeof window.onload!=’function’){window.onload=func;}else{window.onload=function(){oldonload();func();}}}
/* ]]> */
</script>
<style type=”text/css”>
    /*body div.jp-relatedposts { border-color:#555555; }
    body div.jp-relatedposts .jp-relatedposts-headline em { background:#222222 }
    body div.jp-relatedposts, body div.jp-relatedposts .jp-relatedposts-post a { color:#aaaaaa }*/
    body div.jp-relatedposts .jp-relatedposts-headline em:before { border-color:#aaaaaa; }
</style><link rel=’stylesheet’ id=’open-sans-css’  href=’//fonts.googleapis.com/css?family=Open+Sans%3A300italic%2C400italic%2C600italic%2C300%2C400%2C600&subset=latin%2Clatin-ext&ver=3.8-RC2′ type=’text/css’ media=’all’ />
<link rel=’stylesheet’ id=’all-css-2′ href=’http://s2.wp.com/_static/??-eJyVU9FuwyAM/KFRtK7q8jLtWyC4xA1gBE67/f3cRO26TEPdS3KGO/t8SvQ5K0x9mBxU3deqnakD9pTqJmLayMmTXlOMkytlTflBEQ1DYh0nlcPkMVVdJ1v7gplR+ukDhUDnFn+gExRlJ2uDjKr8GeC3g2PVLA5HSx830GoacLyogLPpRzVXLbqHBGUO4A62BAWCYXAqU+VV1ZLdQpT7nqL6DrUhinkvxzEbnuEgGzWHXFyoQzBYVmleuTxAlHTyZDXOePsP4ngZYYOYWJ6LCHUiXgK8gpZF4cBdGuq0bbGZqiqQqchaVOK6fjSLwRRM/vr+a9lhp30ga0Kr7RmdB15+jAUrX9Apk5x8bJUf1XoiV8C4Oaz3+Pb80u27Xde97o5fFN1dDQ==’ type=’text/css’ media=’all’ />
<link rel=’stylesheet’ id=’print-css-2′ href=’http://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/global-print/global-print.css?m=1335386953g&#8217; type=’text/css’ media=’print’ />
<script type=’text/javascript’ src=’http://s0.wp.com/_static/??-eJyFkOuOwiAQhV9okeiqcX+YfZaWjnW6DMMyYFOfXuolViWaEC7DN3DO0b1X6IxNDYju8vhPEIbrMuvkS78DFGEbqggzQneDDbsILmpKytvUohMtqRYT0EfkfNqxtdy/wfdssakGJY57PU4SOdBzQ9ZCXKMFlQRC1eZaFrrjAudZIoFIhgq3j5bRHRBe1L0mA9FX5k8FEDx+fvWO2xxXMwqSUrqGiUYjAbwdpqlOIfHl+uOXU6oQco9NC/Hcd9mqOpFXV/O/tJ1/b9arn81iuehOoVvO0Q==’></script>
<link rel=’stylesheet’ id=’all-css-0′ href=’http://s2.wp.com/wp-content/mu-plugins/highlander-comments/style.css?m=1377793621g&#8217; type=’text/css’ media=’all’ />
<!–[if lt IE 8]>
<link rel=’stylesheet’ id=’highlander-comments-ie7-css’  href=’http://s2.wp.com/wp-content/mu-plugins/highlander-comments/style-ie7.css?m=1351637563g&ver=20110606&#8242; type=’text/css’ media=’all’ />
<![endif]–>
<link rel=”EditURI” type=”application/rsd+xml” title=”RSD” href=”http://rinoreyn.wordpress.com/xmlrpc.php?rsd&#8221; />
<link rel=”wlwmanifest” type=”application/wlwmanifest+xml” href=”http://rinoreyn.wordpress.com/wp-includes/wlwmanifest.xml&#8221; />
<link rel=’prev’ title=’Cara Regitrasi Domain Dot&nbsp;tk’ href=’http://rinoreyn.wordpress.com/2012/01/03/domain-gratis/&#8217; />
<link rel=’next’ title=’Kalender Online&nbsp;Gratis’ href=’http://rinoreyn.wordpress.com/2012/01/09/kalender-onlin/&#8217; />
<meta name=”generator” content=”WordPress.com” />
<link rel=’canonical’ href=’http://rinoreyn.wordpress.com/2012/01/08/cara-membuat-menuwordpress/&#8217; />
<link rel=’shortlink’ href=’http://wp.me/p1Rd5Q-he&#8217; />
<link rel=”alternate” type=”application/json+oembed” href=”http://public-api.wordpress.com/oembed/1.0/?format=json&amp;url=http%3A%2F%2Frinoreyn.wordpress.com%2F2012%2F01%2F08%2Fcara-membuat-menuwordpress%2F&amp;for=wpcom-auto-discovery&#8221; /><link rel=”alternate” type=”application/xml+oembed” href=”http://public-api.wordpress.com/oembed/1.0/?format=xml&amp;url=http%3A%2F%2Frinoreyn.wordpress.com%2F2012%2F01%2F08%2Fcara-membuat-menuwordpress%2F&amp;for=wpcom-auto-discovery&#8221; />
<!– Jetpack Open Graph Tags –>
<meta property=”og:type” content=”article” />
<meta property=”og:title” content=”cara membuat menu dan sub menu di wordpress” />
<meta property=”og:url” content=”http://rinoreyn.wordpress.com/2012/01/08/cara-membuat-menuwordpress/&#8221; />
<meta property=”og:description” content=”ahaa.. beruntung ada yang bertanya via inbox FB tentang cara membuat  menu di blog, jadi bisa bikin postingan lagi deeh.  , &quot;Mas Sugeng gimana cie bisa bikin menu di wordpress seperti yang di atas …” />
<meta property=”og:site_name” content=”RINO LIGHT_Sugeng Santoso” />
<meta property=”og:image” content=”http://rinoreyn.files.wordpress.com/2012/01/cara-membuat-menu-2.jpeg&#8221; />
<meta property=”og:image” content=”http://rinoreyn.files.wordpress.com/2012/01/cara-membuat-submenu.jpeg&#8221; />
<meta property=”og:image” content=”http://rinoreyn.files.wordpress.com/2012/01/cara-membuat-sub-menu.jpeg&#8221; />
<meta property=”og:image” content=”http://rinoreyn.files.wordpress.com/2012/01/cara-membuar-menu-12.jpeg&#8221; />
<meta name=”twitter:site” content=”@wordpressdotcom” />
<meta name=”twitter:image” content=”http://rinoreyn.files.wordpress.com/2012/01/cara-membuat-menu-1.jpeg?w=240&#8243; />
<meta name=”twitter:card” content=”summary” />
<meta property=”fb:app_id” content=”249643311490″ />
<meta property=”article:publisher” content=”https://www.facebook.com/WordPresscom&#8221; />
<link rel=”shortcut icon” type=”image/x-icon” href=”http://1.gravatar.com/blavatar/7439e47d44d561e693a01e3f0df541fd?s=16&#8243; sizes=”16×16″ />
<link rel=”icon” type=”image/x-icon” href=”http://1.gravatar.com/blavatar/7439e47d44d561e693a01e3f0df541fd?s=16&#8243; sizes=”16×16″ />
<link rel=”apple-touch-icon-precomposed” href=”http://1.gravatar.com/blavatar/98ca953c231a0f92c654dcd3bf143bb7?s=114&#8243; />
<link rel=’openid.server’ href=’http://rinoreyn.wordpress.com/?openidserver=1&#8242; />
<link rel=’openid.delegate’ href=’http://rinoreyn.wordpress.com/&#8217; />
<link rel=”search” type=”application/opensearchdescription+xml” href=”http://rinoreyn.wordpress.com/osd.xml&#8221; title=”RINO LIGHT_Sugeng Santoso” />
<link rel=”search” type=”application/opensearchdescription+xml” href=”http://wordpress.com/opensearch.xml&#8221; title=”WordPress.com” />
        <style>

BELAJAR BAHASA KOREA

Kata Dasar Bahasa Korea

Ucapan
Annyeong Haseyo : Selamat Pagi ,Siang ,Sore ,Malam (Apa kabar) *informal. Annyeong Hasimnikka : Selamat Pagi ,Siang ,Sore ,Malam (Apa kabar) *formal  

Bulan
1월 [irwol]bulan Januari
2월 [iwol]bulan Pebruari
3월 [samwol]bulan Maret
4월 [sawol]bulan April
5월 [owol]bulan Mei
6월 [yuwol]bulan Juni
7월 [chirwol]bulan Juli
8월 [parwol]bulan Agustus
9월 [guwol]bulan September
10월 [siwol]bulan Oktobe
 11월 [sibirwol]bulan Nopember
12월 [sibiwol]bulan Desember
 

Kata Ganti Orang
Saya –> 저 (Jho)
Aku –> 나 (Na)
Anda –> 당신 (Dhangshin)
Kamu –> 노 (No)
Dia –> 그 (Gheu)
Mereka –> 그들 (Gheudheul)
Kami –> 우리 (Uri)
Kita –> 우리들 (Uridheul)
Keluarga –> 가족 (Ghajok):
Ayah –> 아버지 (Abheojhi)
Ibu –> 어머니 (Eomeoni)
Adik Laki2 –> 남동생 (Namdhongshaeng)
Adik Perempuan –> 여동생 (Yeodongshaeng)
Kakak Laki2 (untuk adik laki2) –> 형 (Hyeong)
Kakak Laki2 (untuk adik perempuan) –> 오빠 (Oppa)
Kakak Perempuan (Untuk adik laki2) –> 누나 (Nuna)
Kakak Perempuan (untukadik perempuan) –> 언니 (Eonni)
Paman –> 삼촌 (Shamchon)
Bibi –> 숙모 (Shungmo)
Pakde (Uwak laki2) –> 큰아버지 (Kheunabeojhi)
Bude (Uwak perempuan) –> 큰어머니 (Kheuneomoni)
Kakek –> 할아버지 (Harabheojhi)
Nenek –> 할머니 (Halmeoni)
Sepupu –> 사촌 (Shachon)
Kakak Ipar laki2 –> 매형 (Maehyeong)
Kakak Ipar Perempuan –> 매부 (Maebhu)
Adik Ipar –> 시동생 (Shidongshaeng)
Bapak Mertua –> 시아버지 (Shiabheojhi)
Ibu Mertua –> 시어머니 (Shieomeoni)

6 Benua
아시아 [asia] Asia
유럽 [yureop] Eropa
북미(북아메리카) [bungmi (bugamerika)] Amerika Utara
남미(남아메리카) [nammi (namamerika)] Amerika Latin
오세아니아 [oseania] Oseania
아프리카 [apeurika] Afrika

Olahraga
축구 [chukku] sepak bola
야구 [yagu] base ball
탁구 [takku] tenis meja
테니스 [tenisseu] tenis
볼링 [bolling] bowling
당구 [danggu] bilyard
수영 [suyeong] berenang
달리기 [dalligi] atletik
마라톤 [maraton] maraton
승마 [seungma] menunggang kuda
체조 [chejo] senam
하키 [haki] hoki
핸드볼 [haendeubol] bola tangan
배드민턴 [baedeuminteon] bulu tangkis
양궁 [yanggung] memanah
골프 [golpeu] golf

4 musim
봄 [bom] musim semi
여름 [yeoreum] musim panas
가을 [ga-eul] musim gugur
겨울 [gyeo-ul] musim dingin

Rekreasi
등산 [deungsan] pendakian gunung
낚시 [nakssi] memancing ikan
달리기 [dalligi] atletik
영화감상 [yeong-hwa gamsang] menonton film
음악감상 [eumak gamsang] mendengarkan musik
여행 [yeohaeng] perjalanan
우표수집 [upyo sujip] koleksi perangko
TV 시청 [TV sicheong] menonton TV
그림 그리기 [geurim geurigi] melukis
사진촬영 [sajin chwaryeong] memotret

Waktu
한 시 [hansi] pukul satu
두 시 [dusi] pukul dua
세 시 [sesi] pukul tiga
네 시 [nesi] pukul empat
다섯 시 [daseossi] pukul lima
여섯 시 [yeoseossi] pukul enam
일곱 시 [ilgopssi] pukul tujuh
여덟 시 [yeodeolssi] pukul delapan
아홉 시 [ahopssi] pukul sembilan
열 시 [yeolssi] pukul sepuluh
열한 시 [yeolhansi] pukul sebelas
열두 시 [yeoldusi] pukul duabelas
한시 반 [hansi ban] pukul setengah dua
두시 이십분 [dusi isippun] pukul dua lewat dua puluh
세시 삼십분 [sesi samsippun] pukul tiga lewat tiga puluh
네시 사십분 [nesi sasippun] pukul empat lewat empat puluh
다섯시 오십분 [daseossi osippun] pukul lima lewat lima puluh
30 menit : samsippun

Jenis pekerjaan
학생 [haksaeng]pelajar
공무원 [gongmuwon]pegawai pemerintah
의사 [uisa]dokte
간호사 [ganhosa]juru rawat
약사 [yaksa]apoteker
엔지니어 [enjinieo]teknisi
변호사 [byeonhosa) pengacara
검사 [geomsa]jaksa
사업가 [sa-eopga]pengusaha
회사원 [hoesawon]karyawan

Angka I
일 [il]satu
이 [i]dua
삼 [sam]tiga
사 [sa]empat
오 [o]lima
육 [(r)yuk]enam
칠 [chil] tujuh
팔 [pal]delapan
구 [gu]sembilan
십 [sip]sepuluh
백 [baek] seratus
천 [cheon]seribu
만 [man]sepuluh ribu
십만 [simman]seratus ribu
백만 [baengman]satu juta
천만 [cheonman]sepuluh juta
억 [eok]seratus juta

Angka II
하나 [hana] satu
둘 [dul] dua
셋 [set] tiga
넷 [net] empat
다섯 [daseot] lima
여섯 [yeoseot] enam
일곱 [ilgop] tujuh
여덟 [yeodeolp] delapan
아홉 [ahop] sembilan
열 [yeol] sepuluh
한 시간 [han sigan] satu jam
두 시간 [du sigan] dua jam
세 시간 [se sigan] tiga jam
네 시간 [ne sigan] empat jam
다섯 시간 [daseot ssigan] lima jam

Makanan
계란 후라이 [gyeran hurai] telor dadar
샌드위치 [sendeuwichi] sandwich
햄 [haem] ham
수프 [supeu] sup
죽 [juk] bubur
치즈 [chijeu] keju
밥과 국 [bapkkwa guk] nasi dan sup
반찬 [banchan] lauk pauk
불고기 [bulgogi] Bulgogi
비빔밥 [bibimbap] Bibimbap
갈비 [galbi] daging iga sapi (Galbi)
냉면 [naengmyeon] mi dingin
김치 [gimchi] Gimchi
삼계탕 [samgyetang] sup daging ayam ginseng
Bab : Nasi
잡채 [japchae] capjai
빈대떡 [bindaetteok] martabak goreng
된장 [doenjang] taucho
고추장 [gochujang] sambal
나물 [namul] slada Korea
한과 [hangwa] kue Korea
떡 [tteok] kue

Bermacam-macam rasa
맵다 [maeptta] pedas
싱겁다 [singgeoptta] rasa hambar
짜다 [jjada] asin
쓰다 [sseuda] pahit
달다 [dalda] manis
시다 [sida] asam
뜨겁다 [tteugeoptta] panas
시원하다 [siwonhada] segar
맛있다 [masitta] enak
맛없다 [madeoptta] tidak enak
배고프다 [baegopeuda] lapar
배부르다 [baebureuda] kenyang

Minuman
커피 [keopi] kopi
사이다 [saida] sari buah
콜라 [kola] coca-cola
녹차 [nokcha] teh hijau
주스 [jusseu] air jus
Mul : Air

Negara-negara
한국 [Han-guk] Korea (Republik Korea)
독일 [Dogil] Jerman
미국 [Miguk] Amerika Serikat
러시아 [Reosia] Rusia
말레이시아 [Maleisia] Malaysia
모로코 [Moroko] Maroko
스위스 [Seuwisseu] Swis
스페인 [Seupein] Spanyol
아르헨티나 [Areuhentina] Argentina
영국 [Yeongguk] Inggris
오스트리아 [Oseuteuria] Austria
인도네시아 [Indonesia] Indonesia
이집트 [Ijipteu] Mesir
일본 [Ilbon] Jepang
중국 [Jung-guk] Republik Rakyat Cina
칠레 [Chille] Cile
프랑스 [Purangsseu] Perancis
호주 [Hoju] Australia

Kota-kota
서울 [Seoul] Seoul
도쿄 [Dokyo] Tokio
워싱턴 [Wosingteon] Washington
뉴욕 [Nyuyok] New York
북경 [Bukkyeong] Beijing
상하이 [Sang-hai] Syanghai
파리 [Pari] Paris
베를린 [Bereullin] Berlin
런던 [Londeon] London
카이로 [Kairo] Kairo
부에노스아이레스 [Buenosseu-airesseu] Buenos Aires
마드리드 [Madeurideu] Madrid
모스크바 [Moseukeuba] Moskow
자카르타 [Jakareuta] Jakarta
빈 [Bin] Wina
제네바 [Jeneba] Jenewa
요하네스버그 [Yohanesbeogeu] Yohannesburg
테헤란 [Teheran] Teheran
예루살렘 [Yerusallem] Jerusalem

Arah dan mencari jalan
똑바로 가다 [ttokpparo gada] terus berjalan
오른쪽으로(왼쪽으로) 가다 [oreunjjogeuro(oenjjogeuro) gada] berjalan ke sebelah kanan (berjalan ke sebelah kiri)
횡단보도를 건너다 [hoengdanbodoreul geonneoda] menyeberangi jalan penyeberangan
돌아가다 [doragada] kembali
옆 [yeop] sebelah
앞 [ap] depan
뒤 [dwi] belakang
우측 [ucheuk] sebelah kanan
좌측 [jwacheuk] sebelah kiri
정면 [jeongmyeon] depan
Jalan bawah tanah : Jihado

Kendaraan
버스 [beosseu] bus
택시 [taekssi] taksi
승용차 [seung-yongcha] sedan
기차 [gicha] kereta api
지하철 [jihacheol] kereta listrik bawah tanah
자전거 [jajeon-geo] sepeda
오토바이 [otobai] sepeda motor
비행기 [bihaenggi] pesawat terbang
헬리콥터 [hellikopteo] helikopter
배 [bae] kapal laut

Baju-baju
속옷 [sogot] pakaian dalam
팬티 [paenti] celana dalam
브래지어 [beuraejieo] BH
겉옷 [geodot] pakaian
내의 [naeui] baju dalam
윗도리 [wittori] pakaian atas
티셔츠 [tisyeocheu] T-shirt
블라우스 [beulausseu] blus
바지 [baji] celana
치마(스커트) [chima (seukeoteu)] rok
스웨터 [seuweteo] switer
코트 [koteu] mantel
정장 [jeongjang] jas
반바지 [banbaji] celana pendek
수영복 [suyeongbok] baju renang
비옷 [biot] jas hujan
Kaus kaki : Yangmal

Warna-warna
흰색 [hinsaek] warna putih
검은색 [geomeunsaek] warna hitam
빨간색 [ppalgansaek] warna merah
노란색 [noransaek] warna kuning
파란색 [paransaek] warna biru
초록색 [chorokssaek] warna hijau
연두색 [yeondusaek] warna hijau muda
보라색 [borasaek] warna ungu
갈색 [galssaek] warna coklat
Orange : juhwangsaek
Biru tua : namsaek
Abu-abu : hwisaek
Biru muda : cheongsaek
Emas : geumsaek
Perak : eunsaek

Kata-kata di kantor pos
소포 [sopo] paket
편지 [pyeonji] surat
엽서 [yeopsseo] kartu pos
우표 [upyo] perangko
등기 [deunggi] pos tercatat
속달 [sokttal] pos kilat
특급우편 [teukkeup-upyeon] pos khusus
배달 [baedal] pengantaran
상자 [sangja] kotak
연하장(크리스마스 카드) [yeonhajjang(keuriseumaseu kadeu)] kartu tahun baru (kartu hari natal)
우편배달부 [upyeonbaedalbu] tukang pos

Obyek wisata di Korea
제주도 [Jejudo] Pulau Jeju
한라산 [Hallasan] Gunung Halla
백두산 [Baekdusan] Gunung Beakdu
금강산 [Geumgangsan] Gunung Keumgang
경주 [Gyeongju] Gyeongju
설악산 [Seoraksan] Gunung Seorak
지리산 [Jirisan] Gunung Jiri
한려수도 [Hallyeosudo] Hallyeosudo
용인 민속촌 [Yongin Minsokchon] Kampung Tradisional Yongin
석굴암 [Seokguram] Seokkuram
불국사 [Bulguksa] Kuil Bulguk
첨성대 [Cheomseongda] Cheomseungdae
안압지 [Anapji] Anapji
경복궁 [Gyeongbokgung] Istana Gyeongbok
덕수궁 [Deoksugung] Istana Deoksu
국립박물관 [Gungnip-bangmulgwan] Museum Nasional

Perhitungan hari
하루 [haru] satu hari
이틀 [iteul] dua hari
사흘 [saheu] tiga hari
나흘 [naheul] empat hari
닷새 [dassae] lima hari
엿새 [yeossae] enam hari
이레 [ire] tujuh hari
여드레 [yeodeure] delapan hari
아흐레 [aheure] sembilan hari
열흘 [yeoreul] sepuluh hari

Nama-nama tempat
Rumah sakit : byeongwon
Apotek : yakguk
Salon kecantikan : mijangwon
Pemandian umum : mogyoktang
Bank : eunhaeng
Tempat penyewaan : daeyeojeom
Laundry : setakso
Toko : gage
Pasar : sijang
Supermarket : syupeo
Department store : baekwajeom
Toko buku : seojeom
Restaurant : sikdang/eumsikjeom
Bakery : jegwajeom
Pom bensin : juyuso
Toko peralatan rumah tangga : gagujeom
Bioskop : geukjang/yeonghwangwan
Penginapan : yeogwan
Hotel : hotel
Motel : motel
Bar : suljip
Lapangan olahraga : undongjang
Tempat bermain : noriteo
Tempat parkir : juchajang
Kolam renang : suyeongmajang
Kantor polisi : gyeongchalseo
Penjara : gyodoso
Airport : gonghang
Stasiun kereta api : gichayeok
Perpustakaan : doseogwan
Museum : bangmulgwan
Museum seni : misulgwan
Stasiun tv : bangsongguk
Taman : gongwon
SMA : godeunghakgyo
University : daehakgyo
Apartment : apateu
Gunung : san
Gedung pusat : bongwan
Jib : Rumah
Toko serba ada : Baekhwajeom

Kata Tanya
Mwo : Apa?
Wae (yo-waeyo) : Kenapa?
Nugu : Siapa?
Onje : Kapan?
Odi : Dimana?
Eotteokhe : Bagaimana?

SISTEM PENCERNAAN

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari

  1. Rongga Mulut,
  2. Esofagus
  3. Lambung
  4. Usus Halus
  5. Usus Besar
  6. Rektum
  7. Anus.

 

  1. 1.             Rongga Mulut
  • Mulut

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :

  1. Gigi
    Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
  2. Lidah
    Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makan
  3. Kelenjar Ludah

Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.

  1. 2.             Esofagus (Kerongkongan)

Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung.

  1. 3.             Lambung
  • lambung

Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.

Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :

  • Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
  • Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
  • Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
  • Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.

Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.

Fungsi HCI Lambung :

ü   Merangsang keluamya sekretin

ü   Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.

ü   Desinfektan

ü   Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.

 

  1. 4.             Usus Halus
  • Usus-halus

Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.

Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :

  • Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
  • Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
  • Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.

Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :

  • Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
  • Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
  • Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
  • Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
  • Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
  • Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
  • Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
  • Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal

PROSES PENCERNAAN MAKANAN

Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :

v   Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.

v   Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.

v   Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.

v   Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.

 

  1. 5.             Usus Besar (Kolon)
  • usus-besar

Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah

  1. Menyerap air selama proses pencernaan.
  2. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
  3. Membentuk massa feses
  4. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.
  5. 6.             Rektum dan Anus

Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.

Gangguan Sistem Pencernaan

  1. Apendikitis-Radang usus buntu.
  2. Diare- Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
  3. Kontipasi -Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
  4.  Maldigesti-Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
  5. Parotitis-Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
  6. Tukak Lambung/Maag-”Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
  7. Xerostomia-Produksi air liur yang sangat sedikit

Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.

Konstipasi (Sembelit)

Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.

Tukak Lambung (Ulkus)

Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.       Latar Belakang

Semua organisme memerlukan suplai tetap zat-zat berenergi tinggi, yang dikenal sebagai makanan, untuk meyediakan bahan bakar bagi kebutuhan-kebutuhan fungsionalnya. Tumbuhan hijau merupakan autotrof (pembuat makanan sendiri) yang umum ditemukan. Tumbuhan tersebut mensintesis makanannya dari zat-zat anorganik sederhana, misalnya CO2 dan H2O dengan bantuan sinar matahari. Fungi memperoleh makanannya dengan cara menyerap zat-zat langsung dari lingkungan di sekitarnya, dan demikian pula halnya denga bakteri nonfotosintetik. Akan tetapi, protozoa (sebuah filum dalam kingdom Protista) dan hewan (heterotrof multiseluler) umumnya menangkap zat makanan dalam jumlah yang relatif besar, berupa organisme utuh (mangsa) atau bagian-bagian organisme. Pemerolehan zat-zat makanan berukuran besar itu dikenali sebagai penagkapan bongkah (bulk capture). Biasanya terdapat aparatis rumit bagi pemecahan makanan secara mekanis, sebab ptongan-potongan yang lebih kecil lebih mudah diproses dan diasimilasi. Akan tetapi, tujuan yang sama dapat tercapai melalui cara-cara kimiawi.

Makanan mengandung berbagai zat-zat kimiawi yang kita sebut nutrien. Nutrien menyediakan zat-zat untuk produksi energi, juga zat-zat stuktural untuk pertumbuhandan penjagaan sel. Nutrien-nutrien utama meliputi karbohidrat, protein, dan lipid. Vitamin dan mineral diperlukan dalam jumlah yang lebih sedikit. Protein terutama sangat penting sebagai zat struktural, khususnya karena esensialnya. Karbohidrat dan lipid merupakan penyedia utama energi, tetapi juga memiliki peran struktural, terutama dalam perakitan membran-membran.

Banyak hewan yang memakan tumbuhan saja, sehingga dikelompokkan sebagai herbivora. Hewan-hewan lain disebut karnivora karena hanya memakan daging saja. Ada pula hewan lain, misalnya manusia, yang memakan tumbuhan dan juga hewan. Hewan semacam ini disebut omnivora. Semakin bervariasi makanannya, semakin memungkinkan pemenuhan kebutuhan nutrisionalnya. Akan tetapi, ongkos energi untuk memperoleh makanan-makanan tertentu harus pula dipertimbangkan

Banyak hewan yang memiliki peralatan-peralatan rumit untuk menagkap dan merobek-robek mangsanya. Peralatan-peralatan itu misalnya saja kecepatan lari ekstrim, kemampuan untuk meniru latar belakang area peburuan, gigi-gigi tajam pada rahang yangkuat, dan tungkai depan berukuran besar. Organisme-organisme lain, terutama yang bersifat parasitik dan hidup dalam jaringan-jaringan inang, hanya memiliki peralatan memperoleh makanan yang rudimenter. Karena organisme-organisme itu dikelilingi oleh zat-zat makanan sederhana yang terlarut, hanya dibutuhkan pemrosesan minimal.

 

1.2.       Batasan Masalah

Batasan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Bahan makanan.
  2. Sistem pencernaan pada manusia.
  3. Organ-organ pencernaan pada manusia.

 

1.3.       Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah:

  1. Mengetahui kegunaan bahan makanan bagi tubuh manusia.
  2. Mengetahui sistem pencernaan manusia.
  3. Mengetahui organ-organ pencernaan pada manusia.

 

SISTEM INTEGUMEN

BAB II

SISTEM INTEGUMEN

Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas yang berkontribusi terhadap total beat tubuh sebanyak 7 %. Keberadaan kulit memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan, dan mencegah masuknya agen-agen yang ada di lingkungan seperti bakteri, kimia dan radiasi ultraviolet. Kulit juga akan menahan bila terjadi kekuatan-kekuatan mekanik seperti gesekan (friction), getaran (vibration) dan mendeteksi perubahan-perubahan fisik di lingkungan luar, sehingga memungkinkan seseorang untuk menghindari stimuli-stimuli yang tidak nyaman. Kulit membangun sebuah barier yang memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan luar, dan turut berpartisipasi dalam berbagai fungsi tubuh vital.

 

  1. 1.             Struktur Lapisan 3 Kulit
  2. a.             Epidermis

 

  • Terbentuk dari epitel-epitel skuamous yang terstratifikasi
  • Terdapat sedikit suplay darah & reseptor saraf (hanya pada lapisan yang plg dkt dermis)
  • Membentuk lapisan paling luar dengan ketebalan ± 0,1 – 5 mm.
  • Lapisan eksternalnya tersusun dari keratinosit (zat tanduk)
  • Lapisan eksternal ini akan diganti setiap 3-4 minggu sekali.
  • Epidermis terbagiani menjadi 5 lapisan (korneum, lusidum, granulosum, spinosum & germinativum)

1)             Stratum Korneum (Lapisan tanduk)

  • Merupakan lapisan epidermis terluar yang tersusun atas beberapa lapis sel-sel gepeng yang mati & tidak berinti & protoplasma telah berubah menjadi  keratin (zat tanduk)
  • Lebih tebal pada area-area yang banyak terjadi gesekan (friction) dengan permukaan luar, terutama pada tangan & kaki.

2)             Stratum Lusidum

  • Merupakan lapisan sel gepeng yang tidak berinti.
  • Lapisan ini banyak terdapat pada telapak tangan & kaki.

3)             Stratum Granulosum

  • 2/3 lapisan ini merupakan lapisan gepeng, dimana sitoplasma berbutir kasar.
  • Mukosa tidak punya lapisan inti.

4)             Stratum Spinosum (lapisan malphigi)

Terdapat beberapa lapis sel berbentuk polyangona & besar karena terdapat proses mitosis (pembelahan sel).

5)             Stratum Germinativum (Basale)

  • Lapisan sel berbentuk kubus/kolumnar & vertikal yang merupakan perbatasan dengan dermis, tersusun seperti pagar, mengadakan mitosis.
  • Pada sitoplasmanya mengandung melanin.

Persambungan antara epidermis & dermis menghasilkan kerutan pada permukaan kulit. Pada ujung2 jaringani tangan, kerutan ini dinamakan sidik jaringani (fingerprints)

  1. b.             Dermis
  • Merupakan lap dibawah epidermis yang jauh lebih tebal.
  • Lapisan ini elastis & tahan lama, berisi jaringan kompleks ujung2 syaraf, kelenjar sudorifera, kelenjar. Sebasea, folikel jaringan rambut & pembuluh darah yang juga merupakan penyedia nutrisi bagi lapisan dalam epidermis.
  • Tersusun atas 2 lapisan :

ü  Stratum Papillare : banyak mengandung kapiler &  makrofag, limfosit, sel mast & lekosit.

ü  Stratum Retikulare : merupakan bagian dalam dermis, lebih tebal dibanding stratum papilare, terdapat sel lemak dalam kelompok besar/kecil.

  1. c.              Subdermis
  • Lapisan ini terutama berupa jaringan adiposa yang memberikan bantalan antara lapisan kulit dengan struktur internal seperti otot & tulang.
  • Terdapat pembuluh darah, saraf & limfe dengan jaringan penyambung yang terisi sel lemak.
  • Jaringan lemak bekerja sebagai penyekat panas & menyediakan penyangga bagi lapisan kulit diatasnya.

Struktur Rambut Dan Kuku

  1. a.             Rambut

 

  • Merupakan suatu pertumbuhan keluar dari kulit.
  • Terdapat di seluruh permukaan tubuh, kecuali telapak tangan & kaki.
  • Terdiri atas akar rambut yang terbentuk dalam dermis & batang rambut yang menjulur keluar dari dalam kulit.
  • Tumbuh dalam rongga yang dinamakan folikel rambut.
  • Folikel rambut akan mengalami siklus pertumbuhan & istirahat.
  • Kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi : pertumbuhan rambut janggut paling cepat, diikuti oleh rambut pada kulit kepala, aksila, paha serta alis mata.
  • Fase pertumbuhan (anagen) dapat berlangsung sampai 6 tahun dengan kecepatan 0,35 mm/hari untuk rambut kulit kepala.
  • Fase istirahat (telogen) ± 4 bln. Selama fase telogen rambut akan rontok dari tubuh.
  1. b.             Kuku
  • Kuku tumbuh dari akarnya yang terletak di bawah lapisan tipis kulit yang dinamakan kutikula.
  • Pertumbuhan kuku berlangsung sepanjang hidup dengan pertumbuhan rata-rata 0,1 mm/hari.
  • Pembaruan total kuku jaringan tangan memerlukan waktu sekitar 170 hari, sedangkan kaki sekitar 12 – 18 bulan.

Jenis-jenis kelenjar kulit

Kelenjar kulit terdapat di dalam dermis, terdiri dari 3 jenis, yaitu : Glandula Sudorifera (kelenjar keringat), glandula Sebasea (kelenjar minyak), dan kelenjar Seruminus.

  1. Glandula Sudorifera (kelenjar keringat)
  • Ditemukan pada kulit sebagian besar permukaan tubuh, kecuali glans penis, bagian tepi bibir, telinga luar & dasar kuku.
  • Terutama terdapat pada telapak tangan & kaki.
  • Terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kelenjar ekrin & apokrin.

1). Kelenjar Ekrin

  • Ditemukan pada semua daerah kulit
  • Saluranya bermuara langsung ke permukaan kulit.

2). Kelenjarn Apokrin

  • Berukuran lebih besar.
  • Terdapat diaksila, anus, skrotum & labia mayora.
  • Saluran kelenjarnya bermuara ke dalam folikel rambut.
  • Menjadi aktif setelah pubertas, & merproduksi odorius sekret (sekret yang berbau khas).
  1. Glandula Sebasea (kelenjar minyak)
  • Kelenjar minyak mensekresi substansi yang berminyak yang disebut sebum (tersusun atas trigliserida, asam lemak bebas & kolesterol) ke folikel rambut, shg kelenjar ini melubrikasi folikel & batang rambut.
  • Terdapat pada hampir setiap folikel rambut, kecuali pada papila mamae, labia minora, & sudut mulut.
  1. Kelenjar Seruminosa

Merupakan kelenjar apokrin yang khusus, yang hanya terdapat pada meatus auditorius contohternal tempat kelenjar tersebut memproduksi serumen (waxy).

 Fungsi kulit

  1. a.             Perlindungan terhadap dehidariasi

Keratin yang ada pada epidermis & sebum merupakan jaringan hidariopobik yang dapat mencegah keluarnya cairan & elektrolit. Trauma pada epidermis yang luas akibat luka bakar/injuri/temperatur ruangan terlalu tinggi dapat menyebabkan dehidariasi.

  1. b.               Perlindungan terhadap gangguan fisik & mekanik

Bagian stratum korneum epidermis merupakan barier yang paling efektif terhadap berbagai faktor lingungan seperti bahan-bahan kimia, sinar matahari (UV), virus, bakteri, fungus, gigitan serangga, & gangguan fisik/mekanik baik tekanan, gesekan, tarikan & infeksi luar.

  1. c.               Persepsi (penerima rangsang)

Kulit bertanggung jawab sebagai indaria terhadap rangsangan dari luar (tekanan, raba, suhu & nyeri)

 

Reseptor rangsangan pada kulit :

Raba : Benda Meissner, Diskus Merkelenjaringanl & korpuskulum Golgi

Tekanan : Korpuskulum Pacini

Suhu panas : korpuskulum Ruffini

Suhu dingin : Benda Krauss

Nyeri : Nervous End Plate.

Pengatur Suhu Tubuh

Dua reflek pusat yang ada di Hypothalamus bertanggung jawab terhadap kontrol temperatur. Satu indaria peningkatan Core Temperatur & satu indaria penurunan.

Core temperatur adalah temperatur yang ada pada darah, dalam dada, abdomen & kepala.

Produksi panas > kehilangan panas = Core temperatur naik.

Produksi panas < kehilangan panas = Core temperatur turun.

Idealnya : produksi panas = kehilangan panas.

  1. d.             Pengeluaran (Eksresi)

Kulit membantu organ-organ utama sistem eksresi seperti hati, ginjal & usus untuk menyingkirkan sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh. Keringat mengandung urea dengan konsentrasi 1/130 dari urea urin.

Proses pembentukan keringat : Suhu tubuh / lingkungat meningkat menyebabkan pembuluh darah di kulit akan melebar, maka semakin banyak darah mengalir kedaerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat b.d pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam & sedikit urea oleh kelenjar keringat kemudian keringat  keluar melalui pori-pori kulit.

  1. e.               Sintesis Vitamin D

Kulit dapat merbuat vit D dari bahan baku 7-dihidarioksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari (UV).

Vit D merupakan unsur esensial untuk mercegah penyakit riketsia (suatu keadaan yang terjadi akibat defisiensi vitamin D, kalium serta fosfor yang menyebabkan deformitas tulang).

  1. f.              Absorbsi

Material yang larut dalam lemak, mudah diabsorbsi kulit.

Sejumlah obat juga dapat diserap mell kulit, contoh : salep.

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah swt atas limpahan Rahmat, Taufiq dan Hidayah-Nya maka makalah ini dapat tersusun sedemikian rupa.

Penyusunan makalah ini merupakan langkah awal kami dengan beranjak pada pepatah “tak ada gading yang tak retak” sebab “ kalau tak retak bukanlah gading”. Apabila ada kesalahan maka kesalahan itulah yang dapat menjadi lilin penerang menuju perbaikan demi tercapainya kesempurnaan.

Apabila ada kritik dan saran yang ada relevansinya dengan kesempurnaan makalah ini maka akan kami terima demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Medan 25 November 2013

 

 

 

DONI PUTRA ALVONSIUS, A.MK, CWCCA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.       Latar Belakang

Tubuh manusia mempunyai berbagai cara untuk melakukan proteksi. Pertahanan pertama adalah barier mekanik, seperti kulit yang menutupi permukaan tubuh.1 Kulit termasuk lapisan epidermis, stratum korneum, keratinosit dan lapisan basal bersifat  sebagai barier yang penting, mencegah mikroorganisme dan agen perusak potensial lain masuk ke dalam jaringan yang lebih dalam. Misalnya asam laktat dan substansi lain dalam keringat mengatur pH permukaan epidermis dalam suasana asam yang membantu mencegah kolonisasi oleh bakteri dan organisme lain. Terdapat berbagai infeksi pada anak disertai dengan kelainan (tanda) pada kulit.

Pada beberapa kasus kelainan kulit dapat merupakan tanda penting penyebab infeksi yang merupakan indikator bermakna adanya infeksi yang mendasarinya. Walaupun kebanyakan penyakit eksantema pada anak bersifat ringan, diagnosis banding penting sekali oleh karena beberapa infeksi pada anak yang fatal sering mempunyai kelainan (tanda) pada kulit sebagai manifestasi awal. Dermis dengan kolagen dan elastin memberikan dukungan dan pencegahan banyak elemen seperti saraf, pembuluh darah, dan lain-lain sedangkan subkutis merupakan insolator panas dan persediaan kalori. Kekurangan kolagen akan memudahkan terjadinya edema, terutama pada bayi prematur.

1.2.       Tujuan

1)   Tujuan Umum

  • Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Patologi.

2)      Tujuan Khusus

  • Untuk lebih mengerti dan memahami mengenai sistem integumen  pada manusia.
  • Untuk memahami patogenesis dan patofisiologi sistem integumen.